VIDEO Penyaluran SPHP Jagung di Semarang Disambut Peternak, Dinilai Bantu Tekan Biaya Produksi

Bantu Tekan Biaya Produksi, Peternak Ayam Sambut Positif Pasokan Jagung Pakan

KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDEO : https://vt.tiktok.com/ZS93pccnJ/

 

JURANEWS.ID, SEMARANG – Program penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung dari pemerintah disambut positif oleh para peternak ayam petelur di Jawa Tengah.

Bantuan jagung pakan tersebut dinilai mampu meringankan beban biaya produksi di tengah anjloknya harga telur dan tingginya harga bahan baku pakan.

Ketua Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) Kendal, Suwardi, mengapresiasi pemerintah melalui Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan Bulog atas realisasi program SPHP jagung bagi peternak.

“Kami mewakili anggota KPUS Kendal yang berjumlah 631 penerima SK dengan pagu sekitar 19 ribu kilogram selama tiga bulan mengucapkan terima kasih atas program ini. Kondisi peternak saat ini memang sedang tidak baik-baik saja,” ujar Suwardi.

Menurutnya, meski produksi telur melimpah, harga jual di tingkat peternak justru mengalami penurunan drastis. Di sisi lain, harga bahan baku pakan masih tinggi karena sebagian besar komponen masih bergantung pada impor.

“Dengan adanya SPHP jagung ini setidaknya bisa membantu mengurangi biaya pakan peternak,” katanya.

Suwardi menjelaskan, KPUS bersama koperasi peternak lainnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta sepakat menyalurkan jagung SPHP kepada anggota dengan harga Rp5.350 per kilogram hingga sampai gudang peternak.

“Kami ingin program ini berjalan sesuai aturan karena ini uang negara yang harus dipertanggungjawabkan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Bapanas Maino Dwi Hartono, mengatakan penyaluran SPHP jagung di Semarang merupakan tahap perdana yang dialokasikan untuk dua koperasi peternak, yakni KPUS dan PPN.

Menurutnya, program tersebut bertujuan membantu peternak menekan biaya produksi akibat tingginya harga pakan.

“Hari ini harga jagung di tingkat peternak bisa mencapai Rp6.300 hingga Rp6.600 per kilogram. Dengan program SPHP ini, Bulog menyalurkan jagung ke koperasi seharga Rp5.000 per kilogram dan maksimal dijual ke peternak Rp5.500,” jelas Maino.

Ia menambahkan, secara nasional pemerintah menargetkan penyaluran SPHP jagung sebanyak 242 ribu ton yang diperuntukkan bagi peternak mandiri mikro, kecil, dan menengah yang bukan merupakan mitra perusahaan besar.

“Tujuannya agar biaya produksi peternak bisa ditekan sehingga beban mereka berkurang, terutama di tengah harga telur yang saat ini sedang turun hampir di seluruh daerah,” pungkasnya.

(*)

Komentar

News Feed