JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah daerah di Indonesia hingga Senin (2/3) pukul 07.00 WIB. Memasuki awal Maret 2026, bencana hidrometeorologi masih mendominasi kejadian di berbagai wilayah.
Berdasarkan data yang dihimpun BNPB pada periode Minggu (1/3) pukul 07.00 WIB hingga Senin (2/3) pukul 07.00 WIB, terdapat kejadian menonjol di dua provinsi, yakni Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.
Di Kalimantan Selatan, angin puting beliung melanda Kabupaten Tapin pada Minggu (1/3) sekitar pukul 22.00 WITA. Bencana tersebut terjadi saat hujan lebat mengguyur wilayah Desa Pualam Sari dan Desa Mekar Sari, Kecamatan Binuang.
Sebanyak 51 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa ini. Selain merusak rumah warga, angin kencang juga mengakibatkan kerusakan pada satu unit fasilitas ibadah, satu unit fasilitas kesehatan, dan satu unit fasilitas umum. BNPB memastikan tidak ada laporan korban jiwa akibat kejadian tersebut.
Sementara itu, banjir yang sebelumnya melanda Kabupaten Malang, Jawa Timur, dilaporkan telah surut pada Minggu (1/3). Banjir yang terjadi sejak Sabtu (28/2) itu dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat.
Lokasi terdampak berada di dua desa di Kecamatan Pakis, yakni Desa Saptorenggo dan Desa Mangliawan. Sebanyak 61 kepala keluarga beserta tempat tinggalnya sempat terdampak akibat genangan air.
BNPB juga mengungkapkan, berdasarkan analisis inaRISK, Kabupaten Tapin memiliki potensi bahaya cuaca ekstrem dengan tingkat sedang hingga tinggi di 12 kecamatan. Sementara di Kabupaten Malang, terdapat 31 kecamatan dengan potensi bahaya banjir pada tingkat yang sama.
Hingga Selasa (3/3), wilayah Kalimantan Selatan dan Jawa Timur masih berpeluang mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Kondisi ini berpotensi memicu kembali kejadian bencana hidrometeorologi.
Menyikapi potensi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan meningkatkan kesiapsiagaan. Upaya mitigasi seperti memangkas ranting pohon di sekitar rumah, memastikan kondisi atap kokoh, serta membersihkan saluran air secara gotong royong dinilai penting untuk meminimalkan risiko dampak bencana.
(*)














Komentar