PEMALANG, JURANEWS.ID — Menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, Pemerintah Kabupaten Pemalang membekali ratusan calon kepala desa agar menjalankan kontestasi secara damai, demokratis, dan bebas dari praktik politik uang.
Pembekalan calon kepala desa oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pemalang digelar melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (Dinpermasdes) di Aula Winner Hotel, Selasa (27/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 27–28 Oktober 2026, tersebut menjadi bagian dari persiapan Pilkades Serentak yang dijadwalkan pada 9 November 2026 di 173 desa se-Kabupaten Pemalang.
Pada hari pertama, pembekalan diikuti 277 calon kepala desa dari wilayah Pemalang, Taman, Petarukan, Bodeh, Comal, dan Ulujami. Sementara itu, calon kepala desa dari Ampelgading, Bantarbolang, Watukumpul, Randudongkal, Moga, Pulosari, Belik, dan Warungpring dijadwalkan mengikuti pembekalan pada hari kedua.
Plt. Bupati Pemalang Nurkholes, melalui arahan yang dibacakan Kepala Dinpermasdes Andri Adi, menegaskan bahwa Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi yang tidak boleh menjadi sumber perpecahan di tengah masyarakat.
Seluruh calon kepala desa diimbau mengedepankan visi dan misi selama kampanye, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta menghindari penyebaran hoaks, fitnah, dan provokasi.
Para calon juga diminta mampu mengendalikan diri dan pendukung masing-masing agar seluruh tahapan pemilihan berlangsung tertib, aman, dan damai.
“Pilkades damai bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana kita menjaga desa agar tetap rukun dan bersaudara. Jangan sampai persaudaraan terputus hanya karena perbedaan pilihan dan kepentingan sesaat,” kata Andri Adi.
Pesan tersebut menjadi perhatian menjelang pemungutan suara, ketika perbedaan dukungan politik berpotensi memengaruhi hubungan sosial di lingkungan desa.
Pemkab Pemalang juga mengingatkan bahwa tanggung jawab calon kepala desa tidak berhenti setelah hasil pemilihan ditetapkan.
Calon yang terpilih diharapkan mampu menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat dan memberikan pelayanan secara adil tanpa membedakan pilihan politik warga.
Sebaliknya, calon yang belum terpilih diharapkan tetap berkontribusi positif bagi kemajuan desa.
Sikap tersebut dinilai penting agar kompetisi politik di tingkat desa tidak meninggalkan konflik berkepanjangan yang dapat mengganggu kerukunan dan pembangunan masyarakat.
Materi Pembekalan Singgung Politik Uang
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinpermasdes Kabupaten Pemalang, Wendy Resnu Pratama, menjelaskan bahwa pembekalan tidak hanya bertujuan menciptakan Pilkades yang aman dan tertib, tetapi juga meningkatkan pemahaman calon kepala desa mengenai peraturan serta tanggung jawab yang akan diemban.
Materi yang diberikan mencakup pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, netralitas TNI, peran tokoh agama dan tokoh masyarakat dalam menjaga persatuan, strategi mewujudkan Pilkades damai, serta pembangunan integritas calon kepala desa.
Salah satu materi yang menjadi sorotan adalah pencegahan politik uang dan pelanggaran hukum.
Melalui pembekalan tersebut, para calon diharapkan memahami pentingnya kompetisi yang sehat, menjunjung tinggi aturan, serta menjaga komunikasi dan kondusivitas wilayah selama proses pemilihan.
Kegiatan pembekalan diakhiri dengan Deklarasi Damai Calon Kepala Desa dalam rangka Pilkades Serentak dan Antarwaktu Tahun 2026 di Kabupaten Pemalang.
Deklarasi tersebut menjadi komitmen bersama untuk mewujudkan pemilihan yang aman, damai, demokratis, dan kondusif.
Dengan jadwal pemungutan suara pada 9 November 2026, seluruh calon kepala desa diharapkan mengikuti setiap tahapan secara sportif dan menerima hasil pemilihan dengan lapang dada.
Tantangan berikutnya adalah memastikan komitmen damai tersebut benar-benar diterapkan di lapangan, sehingga perbedaan pilihan tidak merusak persaudaraan dan masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman.
(*)














Komentar