Mengejutkan! Banyak Lulusan SMA Pemalang Lolos PTN, Tapi IPM Masih Rendah, Ini Kata Wabup Nurkholes

Pendidikan Karakter Jadi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045

JURANEWS.ID, PEMALANG – Kabupaten Pemalang memiliki banyak lulusan SMA yang berhasil menembus perguruan tinggi negeri (PTN) setiap tahunnya. Namun di balik capaian tersebut, masih ada pekerjaan rumah besar yang harus diselesaikan, yakni rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pemalang dibanding daerah lain di Jawa Tengah.

Hal itu diungkapkan Wakil Bupati Pemalang, Nurkholes, saat membuka Sosialisasi Advokasi Kebijakan Pendidikan (1 Tahun Pra-SD) Tingkat Kabupaten Pemalang Tahun 2026 di The Winner Hotel Pemalang, Kamis (25/6/2026).

Menurut Nurkholes, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak cukup hanya mengandalkan pendidikan pada jenjang menengah dan tinggi. Fondasi utama harus dibangun sejak usia dini melalui pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berkualitas.

“Kualitas pendidikan di Pemalang sebenarnya cukup baik, terlihat dari banyaknya lulusan SMA yang diterima di perguruan tinggi negeri. Namun, kondisi tersebut belum berbanding lurus dengan capaian IPM Kabupaten Pemalang yang masih relatif rendah,” ujarnya.

Wabup Apresiasi Guru PAUD Meski Honor Masih Minim

Dalam kesempatan itu, Nurkholes memberikan apresiasi kepada para guru PAUD yang selama ini menjadi ujung tombak pendidikan karakter anak-anak di Kabupaten Pemalang.

Menurutnya, para pendidik PAUD memiliki peran sangat penting dalam membentuk karakter, perilaku, dan kesiapan belajar anak sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.

Ia mengakui masih banyak guru PAUD yang menerima honor relatif rendah. Meski demikian, dedikasi mereka dalam mendidik generasi penerus bangsa patut mendapatkan penghargaan.

Wabup juga menekankan pentingnya penerapan metode pembelajaran yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Pendidikan karakter sejak usia dini dinilai menjadi salah satu strategi penting dalam mencetak generasi unggul yang memiliki kemampuan akademik sekaligus moral yang baik.

Menurutnya, pendidikan usia dini yang berkualitas dapat menjadi benteng untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang mungkin muncul di masa depan.

“Pemerintah Kabupaten Pemalang akan terus berupaya memberikan perhatian kepada para pendidik PAUD melalui berbagai kebijakan yang mendukung peningkatan kapasitas dan kesejahteraan mereka sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045,” tegas Nurkholes.

Program Wajib 1 Tahun Pra-SD Terus Didorong

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Supa’at, menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi tersebut bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat komitmen bersama dalam mendukung kebijakan wajib belajar satu tahun prasekolah.

Menurutnya, pendidikan anak usia dini memiliki peran sangat penting dalam mempersiapkan anak memasuki jenjang sekolah dasar dengan kemampuan kognitif, sosial, emosional, dan fisik yang lebih baik.

“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan akses dan mutu layanan pendidikan anak usia dini agar seluruh anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas sejak dini,” kata Supa’at.

Diikuti 114 Peserta dari 14 Kecamatan

Kegiatan Sosialisasi Advokasi Kebijakan Pendidikan Tahun 2026 tersebut diikuti sebanyak 114 peserta dari 14 kecamatan se-Kabupaten Pemalang.

Peserta terdiri dari Bunda PAUD, Koordinator Wilayah Kecamatan (KWK), Kepala TK Negeri Pembina, tim pendamping, PD dan PC IGTKI-PGRI, PD dan PC HIMPAUDI, hingga jajaran Dindikpora Kabupaten Pemalang.

Selain itu, kegiatan juga menghadirkan sejumlah narasumber dari DPRD Kabupaten Pemalang, Kodim 0711/Pemalang, serta Benyamin Agustinus dari Sekolah Inklusi Agape yang membahas kebijakan pendidikan, peran lintas sektor, dan pendidikan inklusif.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap terbangun sinergi dan komitmen bersama dalam mendukung implementasi Program 1 Tahun Pra-SD guna mencetak generasi Pemalang yang lebih siap, cerdas, berkarakter, dan mampu bersaing di masa depan.

(*)

Komentar