Dalam kegiatan tersebut, Bupati Pemalang Nurkholes diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pemalang, Dian Ika Siswati.
Forum ini menjadi ajang kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan investasi.
Bagi Pemalang, partisipasi dalam forum tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus membuka peluang kerja sama dengan investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kepala Diskominfo Pemalang, Dian Ika Siswati, menyampaikan optimisme agar Kabupaten Pemalang mampu bersaing dengan daerah lain dalam menarik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Ia mengungkapkan, arahan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengenai pentingnya peran organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai pemasar potensi daerah menjadi salah satu dorongan bagi Pemkab Pemalang untuk mengoptimalkan peluang investasi.
“Tadi Pak Gubernur menyatakan bahwa kita sebagai Kepala OPD harus dapat berperan menjadi Manager Marketing untuk menjual potensi daerah kita dalam rangka menarik investasi ini. Arahan tersebut menjadi salah satu motivasi kuat bagi kami di Pemkab Pemalang untuk memaksimalkan seluruh potensi investasi yang ada,” ujar Dian.
Menurutnya, upaya menarik investasi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh perangkat daerah agar potensi yang dimiliki Pemalang dapat dikenal lebih luas dan menarik minat investor.
Strategi pemasaran daerah yang lebih terarah diharapkan mampu membuka peluang kerja sama baru serta mendorong masuknya investasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Investasi Jateng Tembus Rp23,02 Triliun
Forum investasi tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber strategis yang membahas kesiapan keamanan dan iklim investasi di Jawa Tengah, di antaranya Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Sudaryanto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Roy Hardi Siahaan.
Dalam rangkaian acara yang sama, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menerima penghargaan detikJateng-Jogja Awards 2026 kategori Investasi dan Penguatan Program Strategis Nasional.
Penghargaan tersebut diberikan atas upaya menyinergikan penguatan investasi daerah dengan pelaksanaan program strategis nasional untuk memperluas dampak ekonomi.
Pada triwulan I 2026, realisasi investasi Jawa Tengah tercatat mencapai Rp23,02 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 92 ribu orang.
Capaian tersebut menjadi gambaran besarnya potensi investasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka kesempatan kerja di daerah.
Selain mendorong investasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mengupayakan integrasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Koperasi Desa Merah Putih dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Upaya tersebut dilakukan melalui kemitraan 119 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan pemasok lokal.
Skema kemitraan ini diarahkan untuk menghubungkan program nasional dengan rantai pasok daerah, memperkuat usaha desa, serta menciptakan aktivitas ekonomi bagi masyarakat setempat.
Bagi Kabupaten Pemalang, penguatan investasi dan keterlibatan pelaku usaha lokal menjadi peluang untuk memperluas manfaat pertumbuhan ekonomi hingga tingkat desa.
Pemkab Pemalang menyatakan siap merumuskan strategi pemasaran daerah yang lebih agresif untuk membuka peluang investasi baru. Namun, efektivitas strategi tersebut nantinya akan terlihat dari realisasi investasi yang masuk, terbukanya lapangan kerja, serta manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat.
(*)














Komentar