Pemerintah Kembali Salurkan Bantuan Perbaikan Rumah untuk Korban Bencana di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah

Dana Stimulan Rp31,2 Miliar Disalurkan di Tapanuli Tengah, Pemerintah Percepat Huntap Korban Bencana

JURANEWS.ID, TAPANULI TENGAH – Pemerintah kembali menyalurkan bantuan dana stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi akibat Siklon Senyar yang melanda wilayah Aceh dan Sumatra Utara pada November 2025.

Penyerahan bantuan dilakukan secara hybrid dan dipusatkan di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dari Aceh Tamiang, sementara dari Kabupaten Tapanuli Tengah dipimpin Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.

Menko PMK Pratikno mengatakan bantuan dana stimulan ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana.

Ia menyebut, total dana stimulan yang telah disalurkan untuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencapai Rp654,87 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 18.345 unit rumah rusak ringan dan 12.390 unit rumah rusak sedang.

Khusus di Aceh Tamiang, total bantuan yang disalurkan mencapai Rp117,96 miliar kepada 4.469 kepala keluarga. Besaran bantuan masing-masing Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.

“Melalui langkah ini, kita berharap korban bencana dapat kembali hidup normal seperti sedia kala. Atas arahan Presiden, kita tidak hanya ingin mengembalikan kondisi seperti semula, tetapi juga berupaya membangun kehidupan yang jauh lebih baik,” ujar Pratikno.

Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menyerahkan bantuan tahap pertama untuk masyarakat Tapanuli Tengah senilai Rp31,2 miliar.

Dana tersebut terdiri dari Rp16,7 miliar bagi 1.098 kepala keluarga pemilik rumah rusak ringan dan Rp14,7 miliar bagi 493 kepala keluarga dengan rumah rusak sedang.

Suharyanto menegaskan penyaluran bantuan tidak berhenti pada tahap pertama. Pemerintah akan terus melanjutkan distribusi bantuan bagi warga terdampak lainnya yang datanya masih dalam proses verifikasi.

“Masih banyak warga Tapanuli Tengah yang rumahnya rusak ringan dan sedang namun belum mendapatkan bantuan hari ini. Mereka bukan dilupakan, tetapi menunggu giliran sesuai data yang masuk,” kata Suharyanto.

Selain bantuan perbaikan rumah, pemerintah juga mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak berat, hanyut, atau berada di kawasan rawan bencana.

Di Provinsi Aceh, pembangunan huntap ditargetkan mencapai 18.354 unit. Sementara di Sumatra Utara sebanyak 6.432 unit dan Sumatra Barat sebanyak 4.186 unit yang kini dalam proses pembangunan sesuai usulan pemerintah daerah.

Hunian tetap tersebut dirancang setara rumah tipe 36 dengan dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur, dan halaman depan. Lokasi pembangunan dipastikan aman dari ancaman banjir dan longsor serta dibangun dengan struktur tahan gempa.

Selain fokus pada penyediaan hunian, BNPB bersama TNI, Polri, dan Kementerian PUPR juga terus melakukan penanganan infrastruktur vital seperti normalisasi sungai dan perbaikan jembatan guna mengantisipasi potensi bencana susulan.

 

(*)

Komentar