JURANEWS.ID JAKARTA – Fenomena pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, hingga Minggu (8/2/2026) masih terus berlangsung. Kondisi tersebut berdampak pada meningkatnya jumlah warga yang terpaksa mengungsi demi keselamatan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, jumlah pengungsi saat ini mencapai 2.453 jiwa. Mereka terdiri dari 945 laki-laki dan 982 perempuan, termasuk kelompok rentan seperti 220 lansia, tiga ibu hamil, tiga ibu menyusui, serta ratusan anak-anak.
Rincian lainnya menunjukkan terdapat 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 1.049 remaja, dan 894 orang dewasa yang terdampak langsung akibat pergerakan tanah tersebut.
Para pengungsi saat ini terpusat di delapan titik lokasi pengungsian, antara lain Majlis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SD Negeri 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha di Kecamatan Jatinegara.
BNPB bersama tim gabungan telah bersiaga di lokasi terdampak. Selain melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah setempat, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik dan permakanan untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.
Saat ini, penanganan difokuskan secara paralel pada pemenuhan kebutuhan pengungsi serta pendataan warga terdampak. Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) melakukan verifikasi dan pemutakhiran data berbasis By Name By Address (BNBA).
Pendataan tersebut dilakukan sebagai dasar penerbitan Surat Keputusan kebutuhan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana pergerakan tanah.
BNPB juga dijadwalkan mendampingi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah daerah setempat pada Senin (9/2/2026) untuk melakukan asesmen kelayakan lahan huntara sekaligus lokasi relokasi warga.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengimbau masyarakat agar tetap mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat guna mengantisipasi potensi ancaman yang dapat meluas.
BNPB memastikan akan terus memantau perkembangan situasi dan memperkuat koordinasi lintas sektor demi menjamin keselamatan serta pemulihan warga terdampak bencana.
(*)














Komentar