Sendratari Banyu Panguripan Memukau TMII, Kisah Perjuangan Warga Pemalang Ini Bikin Penonton Terharu

Perpaduan tari, wayang, dan budaya lokal sukses mencuri perhatian pengunjung Taman Mini Indonesia Indah sekaligus menjadi upaya memperkenalkan tradisi Pemalang kepada generasi muda.

JURANEWS.ID, PEMALANG – Sendratari “Banyu Panguripan” yang dibawakan Pemerintah Kabupaten Pemalang sukses memukau penonton dalam gelaran pentas budaya di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Pertunjukan yang mengangkat kisah perjuangan masyarakat Kecamatan Pulosari dalam menghadapi kekeringan itu mendapat apresiasi tinggi karena memadukan seni tari, wayang, dan nilai-nilai budaya lokal.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Menuk, memberikan apresiasi kepada seluruh penampil yang tetap menunjukkan performa terbaik meski harus menempuh perjalanan jauh dan langsung menggelar geladi bersih sejak pagi.

Menurut Menuk, kolaborasi seni tari dan wayang dalam Sendratari “Banyu Panguripan” menghadirkan dimensi pertunjukan yang inspiratif. Inovasi tersebut dinilai menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian budaya sekaligus menarik minat generasi muda.

“Tantangan kita hari ini bukan hanya sekadar melestarikan seni budaya, tetapi bagaimana mengenalkan seni budaya itu kepada generasi mendatang,” tegas Menuk.

Sendratari “Banyu Panguripan” mengisahkan kehidupan masyarakat di Kecamatan Pulosari yang pada masa lalu kerap dilanda kekeringan. Dalam kondisi penuh keterbatasan, masyarakat terus berikhtiar mencari sumber kehidupan hingga akhirnya menemukan mata air yang menjadi harapan baru bagi keberlangsungan hidup mereka.

Penemuan mata air tersebut kemudian melahirkan Ritual Agung Banyu Panguripan, sebuah tradisi yang diwariskan secara turun-temurun sebagai ungkapan rasa syukur atas anugerah air yang menghidupi masyarakat.

Tradisi ini menjadi simbol hubungan harmonis antara manusia dan alam, sekaligus mencerminkan semangat gotong royong, keteguhan, dan kebersamaan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan.

Kisah tersebut kemudian diangkat menjadi karya seni Sendratari “Banyu Panguripan” yang diproduksi oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang bekerja sama dengan Sanggar Tari Srimpi dan Sanggar Karawitan Pacul Goang.

Usai pertunjukan, acara dilanjutkan dengan serah terima cinderamata antara Pemerintah Kabupaten Pemalang dan Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah. Cinderamata juga diserahkan oleh Paguyuban Perantau Pemalang (P-Three) kepada Sanggar Tari Srimpi dan Sanggar Karawitan Pacul Goang sebagai bentuk apresiasi atas penampilan mereka.

Pertunjukan budaya tersebut turut disaksikan Bupati dan Wakil Bupati Pemalang beserta jajaran, Ketua dan Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Pemalang, Paguyuban Perantau Pemalang (P-Three), Ikatan Masyarakat Pemalang (IKMAL), serta ratusan pengunjung TMII.

(*)

Komentar