University of Sheffield Kunjungi UNDIP, Bahas Peluang Kerja Sama Akademik Internasional

Audiensi di Widya Puraya Bahas Program Double Degree, Pertukaran Mahasiswa, dan Kolaborasi Riset

JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (UNDIP) menerima kunjungan delegasi dari University of Sheffield, Inggris, dalam rangka audiensi dan penjajakan kerja sama strategis di bidang akademik. Pertemuan tersebut berlangsung di Gedung Widya Puraya, Kampus Universitas Diponegoro Tembalang, Semarang, Rabu (4/3/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring internasional serta membuka peluang kolaborasi pendidikan tinggi antara Indonesia dan Inggris.

Audiensi dipimpin oleh Wakil Rektor Bidang Inovasi, Riset, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik UNDIP, Wijayanto, yang secara langsung menyambut perwakilan University of Sheffield, yakni Louise McCarthy dan Carmelita Crissy.

Dalam sambutannya, Wijayanto memperkenalkan visi dan tagline UNDIP, yakni “Noble and Valuable” atau Bermartabat dan Bermanfaat. Menurutnya, konsep tersebut menggambarkan peran UNDIP sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong implementasi ilmu menjadi inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

“Noble artinya bermartabat, yakni membangun komunitas epistemik global yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan. Sementara valuable berarti ilmu yang dikembangkan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi diimplementasikan menjadi inovasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa UNDIP saat ini berada pada peringkat 624 dalam pemeringkatan QS World University Rankings 2026. Oleh karena itu, penguatan kerja sama internasional menjadi langkah penting untuk mendorong UNDIP menuju universitas berkelas dunia atau World-Class University (WCU).

“Melalui audiensi ini kami berharap dapat menjadi titik awal kerja sama yang lebih luas, khususnya di bidang akademik,” kata Wijayanto.

Pertemuan tersebut turut dihadiri para wakil dekan dari seluruh fakultas di lingkungan UNDIP. Kehadiran mereka menunjukkan komitmen kolektif untuk membuka peluang kolaborasi lintas disiplin dan memastikan kesiapan fakultas dalam mengembangkan kerja sama akademik yang berkelanjutan.

Turut hadir pula Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global UNDIP Hadiyanto, serta Wakil Direktur Kemitraan dan Konektivitas Global Pulung Widhi Hari Hananto yang bertindak sebagai moderator dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, Louise McCarthy menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan langkah strategis University of Sheffield untuk memperluas kolaborasi global dan membangun jejaring akademik internasional.

Menurutnya, perbedaan latar belakang budaya dan sistem pendidikan justru menjadi kekuatan untuk saling bertukar gagasan dan memperkaya kerja sama akademik.

“Melalui pertemuan ini kami ingin mengeksplorasi berbagai peluang kolaborasi, termasuk kemungkinan program study abroad bagi mahasiswa UNDIP di University of Sheffield,” jelasnya.

Dalam diskusi tersebut, kedua institusi membahas sejumlah peluang kerja sama, di antaranya pengembangan program joint degree dan double degree jenjang magister, skema supervisi bersama (co-supervision), pertukaran dosen dan mahasiswa, serta kolaborasi riset yang terintegrasi dengan program pascasarjana.

Fokus kerja sama pada jenjang S2 dinilai strategis untuk memperkuat kapasitas akademik, meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global, serta mendorong peningkatan publikasi ilmiah dan inovasi bersama.

Pada sesi diskusi dan tanya jawab, para wakil dekan juga membahas berbagai aspek teknis, termasuk sistem penerimaan mahasiswa baru, kesesuaian kurikulum, serta potensi kerja sama antar program studi di kedua universitas.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi akademik yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kontribusi kedua institusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di tingkat global.

(*)

Komentar