UNWAHAS Gelar International Guest Lecture, Bahas Kebijakan Pangan hingga Teknologi Hijau

Hadirkan Narasumber Internasional, Bahas Kebijakan Pangan dan Teknologi Ramah Lingkungan

JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas akademik dengan menyelenggarakan International Guest Lecture pada Senin (27/4/2026). Acara yang digelar di Ruang Theater Fakultas Kedokteran ini menghadirkan sejumlah ahli dari dalam dan luar negeri untuk membahas isu strategis terkait pangan dan keberlanjutan.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi Teknik Kimia dan Agribisnis ini dihadiri oleh pimpinan universitas, perwakilan pemerintah daerah, serta ratusan mahasiswa dan dosen.

Rektor UNWAHAS, Helmy Purwanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya wawasan global bagi para mahasiswa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk membuka pikiran terhadap tantangan dunia, khususnya di bidang ketahanan pangan dan lingkungan hidup.

“Mahasiswa harus mampu berpikir global namun tetap berakar pada potensi lokal. Melalui forum ini, diharapkan lahir gagasan inovatif yang mampu menjawab tantangan masa depan,” ujar Helmy.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Endang Sarwiningsih, mengapresiasi sinergi yang dibangun antara akademisi dan pemerintah. Ia menilai kegiatan ini sangat penting untuk menjembatani teori dengan kebijakan yang diterapkan di lapangan.

Acara menghadirkan berbagai materi menarik yang disampaikan oleh narasumber kompeten:

– Filippo Gavazzeni (Italia): Memaparkan tentang Milan Urban Food Policy Pact, menjelaskan bagaimana kota-kota di dunia dapat mengembangkan sistem pangan yang berkelanjutan melalui kebijakan yang terintegrasi.
– Indah Riwayati: Menyoroti pentingnya Green Process Technology in Food Processing. Ia menjelaskan bahwa penerapan teknologi ramah lingkungan sangat krusial untuk mengurangi dampak negatif industri sekaligus meningkatkan efisiensi produksi.
– Hilmi Arija Fachriyan: Membahas strategi agribisnis dalam implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menekankan perlunya integrasi antara sektor pertanian, distribusi, dan kebijakan pemerintah agar program berjalan efektif.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari peserta yang aktif bertanya dan berdiskusi. Melalui acara ini, UNWAHAS berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara ilmu pengetahuan, tetapi juga adaptif terhadap dinamika global dan bermanfaat bagi masyarakat.

(*)

Komentar