JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) bersama PGRI Provinsi Jawa Tengah menggelar peringatan Nuzulul Quran yang dirangkaikan dengan santunan anak yatim di Balairung UPGRIS, Selasa (4/3/2026).
Kegiatan bertema “Alquran: Cahaya Hati Penyejuk Jiwa” tersebut menghadirkan aktor sekaligus ustaz nasional, M. Cholidi Asadil Alam, yang dikenal luas sebagai pemeran Azzam dalam film religi populer Ketika Cinta Bertasbih.
Rektor UPGRIS, Sri Suciati, mengatakan peringatan Nuzulul Quran tahun ini terasa istimewa karena menghadirkan sosok ustaz yang juga dikenal sebagai figur inspiratif bagi generasi muda.
“Nuzulul Quran yang istimewa, kami menghadirkan seorang ustaz nasional dari Jakarta. Namanya sangat panjang, tapi yang saya kenal namanya Ustaz Azzam, karena beliau adalah pemain utama di film Ketika Cinta Bertasbih,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran Ustaz Cholidi diharapkan dapat memberikan siraman rohani bagi mahasiswa dan civitas akademika di tengah aktivitas akademik yang padat.
“Mahasiswa tidak terus-menerus belajar. Pada masa tertentu mereka juga harus mendapatkan siraman rohani dari seorang ustaz yang menjadi idola generasi muda. Mudah-mudahan energi positif beliau menular kepada mahasiswa dan dosen di UPGRIS,” tuturnya.
Selain pengajian, UPGRIS bersama PGRI Jawa Tengah juga menggelar kegiatan khatmil Quran selama Ramadan. Dalam kegiatan tersebut, civitas akademika membaca Al-Qur’an secara bergiliran sehingga 30 juz dapat diselesaikan dalam satu pekan dan saat ini telah memasuki putaran ketiga.
Dalam kesempatan itu, panitia juga menyalurkan santunan kepada 700 anak yatim dari sekitar 52 panti asuhan di wilayah Semarang dan sekitarnya.
Setiap anak menerima paket santunan senilai Rp250 ribu yang dihimpun dari civitas akademika UPGRIS, pengurus yayasan, serta PGRI Jawa Tengah.
“Kalau penghimpunan belum mencukupi, maka yang menutup adalah UPGRIS dan PGRI Provinsi Jawa Tengah. Kami ingin kebahagiaan Nuzulul Quran tidak hanya dirasakan dosen dan karyawan, tetapi juga anak-anak yatim,” kata Suci.
Ia berharap peringatan Nuzulul Quran dapat meningkatkan literasi Al-Qur’an di kalangan civitas akademika kampus.
“Dengan literasi yang baik terhadap Al-Qur’an, sesungguhnya tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Provinsi Jawa Tengah, Muhdi, mengatakan peringatan Nuzulul Quran merupakan agenda rutin yang digelar setiap Ramadan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan amaliah Ramadan PGRI.
“Selain tadarus, buka bersama, dan santunan anak yatim di berbagai daerah, tingkat provinsi kita selenggarakan Nuzulul Quran dengan menghadirkan ustaz nasional dan menyantuni 700 anak yatim,” ujarnya.
Menurut Muhdi, jumlah penerima santunan tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sekitar 680 anak yatim.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban sekaligus memotivasi anak-anak yatim untuk terus menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.
Muhdi juga menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Quran menjadi momentum untuk mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an, terutama bagi kalangan pendidik dan mahasiswa.
“Kita sebagai pendidik, dosen, guru, dan mahasiswa harus menjadi insan berilmu sesuai perintah pertama ‘Iqra’. Tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan tidak mengabaikan anak yatim,” tegasnya.
(*)












Komentar