JURANEWS.ID, BLORA – Kritik terhadap Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mencuat dari masyarakat Kabupaten Blora menyusul belum tertanganinya kerusakan ruas jalan provinsi Cepu–Randublatung yang selama ini dikeluhkan warga.
Keluhan tersebut mengemuka saat Wakil Bupati Blora Sri Setyorini menyampaikan kondisi jalan yang rusak dalam forum Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 di Kudus. Jalan tersebut disebut telah lama menjadi sorotan masyarakat karena dinilai membahayakan pengguna jalan dan menghambat aktivitas ekonomi warga.
Menanggapi keluhan tersebut, Ahmad Luthfi menyatakan bahwa persoalan yang viral di masyarakat harus dimitigasi melalui pengecekan lapangan dan disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemerintah. Ia juga menekankan pentingnya skala prioritas dalam penanganan infrastruktur di tengah keterbatasan fiskal daerah.
Namun, pernyataan tersebut memicu beragam reaksi dari masyarakat dan warganet. Sejumlah warga menilai pemerintah provinsi seharusnya lebih cepat merespons kerusakan jalan yang sudah lama dikeluhkan. Bahkan, di media sosial muncul berbagai unggahan yang menunjukkan kekecewaan warga terhadap kondisi jalan yang belum kunjung diperbaiki.
Dalam keterangannya, Ahmad Luthfi juga menyebut bahwa sebagai pejabat publik, kritik dan sorotan masyarakat merupakan hal yang wajar. Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu memberikan perhatian dan solusi terhadap persoalan yang dirasakan masyarakat.
Hingga kini, warga berharap pemerintah provinsi segera merealisasikan perbaikan ruas jalan Cepu–Randublatung agar aktivitas masyarakat dapat berjalan lebih aman dan lancar.
Kondisi jalan yang rusak dinilai telah menjadi persoalan mendesak yang membutuhkan penanganan konkret, bukan sekadar pembahasan dalam forum pembangunan.
(*)













Komentar