SEMARANG, JURANEWS.ID – Universitas Diponegoro (UNDIP) mengukuhkan 3.285 lulusan dalam Wisuda ke-184 Tahun 2026 yang berlangsung selama empat hari, pada 27–30 Oktober 2026, di Muladi Dome, Kampus UNDIP Tembalang, Semarang.
Dari total wisudawan tersebut, sebanyak 1.843 orang atau 56,10 persen berhasil meraih predikat cumlaude. Capaian ini menjadi bagian dari upaya UNDIP memperkuat kualitas lulusan sekaligus menegaskan komitmen sebagai perguruan tinggi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam Sidang Terbuka Senat Akademik, Selasa (27/10/2026), Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., menyampaikan ucapan selamat kepada para wisudawan. Ia berharap pencapaian akademik yang diraih dapat menjadi bekal untuk berkontribusi bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
Rektor juga memaparkan sejumlah capaian UNDIP di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dari sisi reputasi akademik, UNDIP menempati posisi keempat sebagai perguruan tinggi paling diminati melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT). Selain itu, tujuh dosen UNDIP masuk daftar Top 2% Scientists Worldwide versi Elsevier 2026.
Dalam pemeringkatan UI GreenMetric World University Rankings 2026, UNDIP juga menempati peringkat ke-20 dunia, ketiga di Asia, dan kedua di Indonesia.
Suharnomo menegaskan, pencapaian tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk meningkatkan reputasi institusi, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen mewujudkan UNDIP Bermartabat dan UNDIP Bermanfaat.
Salah satu bentuk kontribusi UNDIP diwujudkan melalui pengembangan teknologi pengolahan air bersih menggunakan mesin desalinasi. Menurut pihak universitas, teknologi tersebut telah diterapkan di 11 titik, termasuk sejumlah wilayah pesisir Pantai Utara Jawa, serta dimanfaatkan untuk penyediaan air bersih di Maluku, Nusakambangan, dan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Sumatera Barat.
Di sektor ekonomi pesisir, UNDIP mengembangkan program hilirisasi produk perikanan melalui ekspor ikan teri ke Jepang, Singapura, dan Sri Lanka. Program tersebut melibatkan sekitar 1.200 nelayan dengan 100 kapal serta membuka kesempatan kerja bagi 200 tenaga kerja perempuan.
UNDIP juga mengembangkan teknologi Pengering Rumput Laut Surya-Biomassa untuk meningkatkan nilai tambah hasil budidaya kelautan di wilayah pesisir Brebes.
Sementara itu, komitmen terhadap lingkungan berkelanjutan dilakukan melalui program UNDIP Zero Waste, termasuk pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengelola sampah organik dan plastik.
Mahasiswa UNDIP Torehkan Prestasi Nasional dan Internasional
Di bidang kemahasiswaan, sejumlah tim UNDIP mencatatkan prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Tim Antawirya meraih juara pertama pada dua kategori Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2026. Tim Pocalunar juga menorehkan prestasi di Malaysia Chem-E-Car Competition 2026 dan menjadi wakil Asia menuju World Championship Shell Eco-Marathon 2027.
Prestasi lainnya meliputi enam penghargaan dalam Kontes Kapal Indonesia 2026, juara pertama nasional Divisi Vertical Take-Off and Landing (VTOL) pada Kontes Robot Terbang Indonesia 2026 oleh Tim Jentayu Copter, serta medali emas di Malaysia Technology Expo 2026 melalui inovasi teknologi Cyborg Insect atau kecoa robot.
Untuk mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian, UNDIP turut mengembangkan infrastruktur kampus, antara lain Twin Tower Pleburan, Tower Tembalang, Taman Rumah Kita, Diponegoro Edupark, serta lintasan lari Stadion UNDIP.
Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr. rer. nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., melaporkan bahwa 3.285 wisudawan berasal dari berbagai jenjang pendidikan.
Rinciannya terdiri atas 46 lulusan doktor, 222 magister, 44 spesialis, 193 profesi, 2.318 sarjana, dan 462 sarjana terapan.
Wisuda kali ini juga mencatat lulusan termuda berusia 20 tahun, Kevin Ghailan Dhiaurrahman dari Program Sarjana Akuntansi, serta lulusan tertua berusia 61 tahun, Suharjito dari Program Magister Manajemen.
Selain itu, terdapat wisudawan warga negara asing asal Korea Selatan, Seongmo Uh, dari Program Sarjana Manajemen, serta 87 wisudawan penerima beasiswa Bidikmisi.
Heru menyebut Wisuda ke-184 juga menjadi periode transisi penerapan ijazah dan transkrip akademik dwibahasa, penomoran ijazah dan Sertifikat Profesi Nasional (PISN), serta tanda tangan elektronik sebagai bagian dari transformasi layanan akademik UNDIP.
Ketua Senat Akademik UNDIP, Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D., mengatakan wisuda merupakan puncak perjalanan akademik sekaligus awal pengabdian para lulusan kepada masyarakat.
Ia menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, UNDIP terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat kompetensi lulusan, serta memperluas pengakuan internasional melalui program studi yang masuk pemeringkatan 500 besar dunia dan memperoleh akreditasi internasional.
Prosesi Wisuda ke-184 dibagi menjadi empat tahap. Pada Selasa (27/10), wisuda diikuti Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Teknik. Rabu (28/10), giliran Sekolah Pascasarjana, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Psikologi, dan Sekolah Vokasi.
Tahap ketiga pada Kamis (29/10) meliputi Fakultas Kedokteran, Fakultas Ilmu Budaya, serta Fakultas Sains dan Matematika. Adapun tahap keempat pada Jumat (30/10) diikuti Fakultas Hukum, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, serta Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.
Hingga wisuda ke-184, UNDIP menyatakan telah menghasilkan 301.188 lulusan yang berkiprah di berbagai sektor profesi dan bidang pengabdian.
Melalui penguatan pendidikan, pengembangan inovasi, dan kontribusi para alumninya, UNDIP berupaya memperkuat peran sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan bangsa.
(*)











Komentar