JURANEWS.ID, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada periode 9–10 Maret 2026. Selain kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BNPB juga mencatat peristiwa cuaca ekstrem yang berdampak pada permukiman warga.
Berdasarkan laporan yang dihimpun BNPB, karhutla terjadi di beberapa daerah, salah satunya di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh. Sekitar dua hektare lahan terbakar di Gampong Alue Raya dan Gampong Suak Pante Breuh, Kecamatan Samatiga, pada Senin (9/3) sekitar pukul 09.45 WIB.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui dari laporan masyarakat setempat. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat bersama tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan masyarakat langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Upaya penanganan darurat dilakukan dengan penyekatan di wilayah Gampong Suak Pante Breuh. Hingga Selasa (10/3) pagi, kebakaran lahan tersebut masih dalam proses penanganan.
Karhutla juga terjadi di wilayah lain di Provinsi Aceh, tepatnya di Gampong Glee Taron, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar. Kebakaran yang terjadi pada Senin (9/3) sekitar pukul 06.05 WIB itu menghanguskan sekitar lima hektare perkebunan kelapa sawit.
BPBD Kabupaten Aceh Besar mengerahkan satu unit armada pemadam kebakaran dari Pos Peukan Bada untuk melakukan pemadaman. Api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 09.50 WIB.
Sementara itu, dari Provinsi Kalimantan Utara dilaporkan karhutla menghanguskan sekitar 9,5 hektare lahan milik warga di Desa Binusa, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan. Kebakaran yang terjadi pada Senin (9/3) petang tersebut diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah yang kemudian merambat hingga membakar lahan di sekitarnya.
Setelah menerima laporan dari warga, BPBD Kabupaten Nunukan segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Api berhasil dipadamkan oleh petugas sekitar pukul 23.00 WITA.
Selain karhutla, BNPB juga mencatat kejadian cuaca ekstrem di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang menerjang Desa Burau Pantai, Kecamatan Burau, pada Minggu (8/3).
Peristiwa tersebut mengakibatkan 19 kepala keluarga terdampak. Sebanyak 16 rumah warga mengalami kerusakan, terdiri dari tiga unit rusak berat, enam unit rusak sedang, dan tujuh unit rusak ringan.
BPBD Kabupaten Luwu Timur telah melakukan asesmen di lokasi terdampak serta melakukan pendataan bersama pemerintah desa dan kecamatan setempat.
Kemarau 2026 Diprakirakan Datang Lebih Awal
BNPB juga mengingatkan masyarakat terkait prakiraan musim kemarau 2026 yang diprediksi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia.
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mulai memasuki musim kemarau sekitar April 2026. Namun pada masa peralihan musim saat ini, potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.
Wilayah yang diprakirakan mengalami awal kemarau lebih cepat antara lain sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan bagian selatan dan timur, sebagian besar Sulawesi, Maluku, hingga sebagian wilayah Papua.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, serta hujan ekstrem yang masih berpeluang terjadi selama masa peralihan musim.
Selain itu, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran hutan dan lahan dengan tidak membuka lahan menggunakan metode pembakaran, tidak membakar sampah sembarangan, serta memastikan bara api telah benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran.
BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk menyiapkan tas siaga bencana serta terus memantau informasi resmi dari lembaga terkait seperti BNPB, BPBD, dan BMKG sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana.
(*)










Komentar