Tiga Warga Tewas Akibat Longsor di TPA Bantargebang Bekasi

Longsor di Zona 4 TPA Bantargebang Timbun Warga, Tim Gabungan Lakukan Evakuasi

JURANEWS.ID, BEKASI – Peristiwa longsor terjadi di kawasan Zona 4 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Kejadian tersebut mengakibatkan tiga orang warga meninggal dunia setelah tertimbun material longsoran sampah di lokasi.

Selain menimbulkan korban jiwa, longsor juga menyebabkan sejumlah unit truk sampah serta beberapa bangunan warung di sekitar area kejadian tertimbun material.

Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi, Unit Siaga SAR Bekasi, dan BPBD Provinsi DKI Jakarta segera melakukan proses evakuasi sesaat setelah kejadian. Petugas juga melakukan pendataan terhadap kerugian materiil yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.

Operasi pencarian dan pertolongan terhadap korban dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Senin (9/3).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam proses pencarian di lokasi longsor. Hal ini mengingat prakiraan cuaca dalam dua hari ke depan menunjukkan potensi hujan di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

Kondisi material longsoran yang masih labil berpotensi memicu pergerakan tanah susulan. Oleh karena itu, tim di lapangan diinstruksikan untuk menerapkan protokol keselamatan secara ketat agar tidak menimbulkan korban tambahan.

BNPB juga mengimbau masyarakat serta pengelola kawasan di sekitar TPA, termasuk wilayah lain yang memiliki topografi lereng perbukitan maupun kaki gunung, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah.

Masyarakat diminta segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila melihat tanda-tanda seperti munculnya retakan tanah atau hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam waktu lama.

Menurut BNPB, peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan di tingkat lokal sangat penting untuk mencegah kejadian serupa terulang dan meminimalkan risiko bencana di masa mendatang.

 

(*)

Komentar