KLIK LINK UNTUK MELIHAT VIDIO: https://vt.tiktok.com/ZSuAwqWSK/
JURANEWS.ID, SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) terus mendorong lahirnya inovasi yang tidak hanya unggul secara teknologi, tetapi juga memiliki manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui berbagai riset terapan, kampus ini menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi yang bermartabat dan mampu menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat.
Wakil Rektor IV Undip Wijayanto, S.IP., M.Si., Ph.D., mengatakan sebuah temuan riset tidak semata-mata dinilai dari kecanggihan teknologinya, melainkan dari relevansi dan kemampuannya menyelesaikan permasalahan di tengah masyarakat.
Salah satu inovasi yang dikembangkan Undip adalah mesin desalinasi yang mampu mengubah air payau maupun air laut menjadi air siap minum. Teknologi ini dirancang untuk membantu masyarakat pesisir yang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih.
Menurut Wijayanto, wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah saat ini menghadapi tantangan besar akibat perubahan iklim dan perubahan tata ruang yang memicu banjir rob serta menurunnya kualitas air tanah.
“Mesin desalinasi ini sangat relevan untuk masyarakat pesisir seperti di Demak, Jepara, Pekalongan, hingga Grobogan yang mengalami kesulitan mendapatkan air siap minum,” ujarnya.
Selain wilayah pesisir, teknologi tersebut juga berpotensi dimanfaatkan di daerah lain seperti Blora yang memiliki persoalan kualitas air tanah karena kandungan kapur yang tinggi. Kondisi air yang bercampur kapur dapat berdampak pada kesehatan, termasuk menghambat penyerapan gizi yang berpotensi memicu stunting.
Tidak hanya fokus pada sektor air bersih, Undip juga mengembangkan inovasi di bidang pertanian. Salah satunya melalui teknologi ozon yang mampu memperpanjang masa simpan hasil panen seperti bawang dan cabai agar tidak cepat membusuk.
Dengan teknologi ini, hasil pertanian dapat bertahan lebih lama bahkan hingga berbulan-bulan, sehingga membantu petani mengurangi kerugian akibat kerusakan hasil panen.
“Teknologi sederhana tetapi sangat relevan. Dengan ozon, hasil pertanian bisa lebih awet sehingga petani tidak mengalami kerugian karena produk cepat busuk,” kata Wijayanto.
Undip juga terus mengembangkan inovasi teknologi lainnya, termasuk teknologi canggih seperti tangan bionik. Seluruh riset tersebut menjadi bagian dari program desa riset yang didorong untuk menghasilkan inovasi yang dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan secara luas.
Untuk mendukung hal tersebut, Undip bahkan telah membentuk direktorat khusus yang menangani hilirisasi riset serta proses inkubasi teknologi agar hasil penelitian dapat diterapkan secara nyata di masyarakat.
Menurut Wijayanto, pendekatan ini menjadi bagian dari strategi universitas agar riset kampus tidak berhenti di laboratorium, tetapi mampu menjadi solusi nyata bagi berbagai persoalan bangsa.
Teknologi mesin desalinasi yang dikembangkan Undip juga mendapat perhatian dari berbagai daerah di Indonesia. Sejumlah pemerintah daerah dari Kalimantan, Maluku hingga Sumatera bahkan telah mengajukan permintaan penggunaan teknologi tersebut.
Permintaan tersebut meningkat setelah mesin desalinasi Undip terbukti efektif dan banyak digunakan dalam penanganan kebutuhan air bersih, termasuk saat terjadi bencana di beberapa daerah.
“Ini menunjukkan bahwa kampus dapat menjadi bagian dari solusi bagi permasalahan bangsa,” ujarnya.
Di sisi lain, prestasi mahasiswa Undip juga terus menunjukkan capaian membanggakan di tingkat internasional. Salah satu tim mahasiswa berhasil meraih juara dalam kompetisi internasional di Timur Tengah melalui inovasi kendaraan dengan spesifikasi teknologi terbaru.
Prestasi tersebut, kata Wijayanto, menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia mampu bersaing dan berkarya di panggung global.
“Ketika sudah berada di tingkat internasional, ternyata karya mahasiswa kita juga mampu bersaing bahkan menjadi juara,” pungkasnya.
(*)














Komentar